Jumat, 16 Desember 2016

NOTE Tanah Surga Katanya



Kami telah LUPUT  dari pandangan mu
(film TANAH SURGA KATANYA)
                Mengulas kembali film yang menceritakan bagaimana kehidupan saudara kita yang tingggal di perbatasan negeri ini. Bagaimana kehidupan mereka yang sungguh sangat memperhatinkan. Jauh dari fasilitas yang layak di gunakan untuk kehidupan sehari-hari. Seperti yang telah ditanyangkan pada film tersebut, bagaimana mereka luput dari pandangan negara. Hadir negara sangat minim dalam hal ini. Kita bisa melihat aspek ini melalui kehidupan masyarakat disana yang lebih baik pindah negara dibandingkan bertahan di negara sendiri. Mencari nafkah di negara sebelah dibandingkan mencai nafkah sesuap nasi di negara sendiri yang katanya tanah negara kita adalah tanah surga. Namun sepertinya julukan itu tidak dapat kita sandang dengan bangga mengingat bagaimana kehidupan saudara kita diperbatasan sana. Yang lebih menyedihkan lagi, pendidikan anak-anak yang sangat memprihatinkan, bagaimana bisa mereka tidak tahu lagau kebangsaan negeri sendiri dan juga mereka tidak mengenal mata uang negara sendiri. Mereka lebih mngenal apa khas dari negara sebelah. Hak ini terjadi karena mereka jarang atau bahkan tidak pernah mendapat perhatian dari penguasa negara kita. Mereka berjuang keras untuk hidup, untuk mengisi perut mereka. Karena dari segi kemakmuran saja mereka jauh dari kata layak, jauh dari srana prasana jauh dari apapun fasislitas yang seharusnya mereka dapatkan.
                Jika hal ini terus-terusan terjadi, maka jangan terkejut bila tanah kita direbut lagi oleh orang lain. Jangan salahkan mereka, ini terjadi karena kesalahan kita juga, mengapa kita membiarkan mereka jauh dari pemantauan kita. Kita menutup mata untuk kehidupan saudara kita yng ada di perbatasan negara tanah surga ini. Jika memang kita tidak menginginkan hal itu terjadi kembali, maka buka mata kita, dan mari kita bantu sang penguasa negeri kita untuk membuka mata nya juga, bahwa sesungguhnya masih ada saudara kita yang belum mendapatkan kehidupan yang layak. Jangan sampai saudara kita yang disana menggangti kewarganegaraan nya lagi karena mereka merasa tidak mendapatkan perlakuan adil, merasa tidak di perhatikan, bahkan yang lebih mnyedihkan mereka tidak bangga akan negeri ini. Sungguh sangat menyedihkan jika hal tersebut terus terjadi, melihat saudara yang dahulu nya saudara setanah air, yang dahulunya sama-sama bangga akan negeri yang bertanah surga. Namun sekarang tidak lagi, merkea lebih bangga dengan negara lain, karena meereka merasa bisa hidup di negara tersebut dengan layak. Dapat memenuhi kebutuhan perut mereka dan juga kebutuhan yang memang seharusnya mereka rasakan. 


Orang bilang tanah kita tanah surga 
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman 
Orang bilang tanah kita tanah surga
 Tongkah kayu dan batu jadi tanaman  
Kolam Susu oleh: Koes Plus



          ini sepenggal lirik dari sebuah lagu yang menyatakan bahwa sesungguhnya negeri ini adalah negeri yang bertanah surga. semoga saja apa yang ada pada lirik tersebut menjadi sebuah kenyataan. dimana semua saudara setanah air negeri ini dapat merasakan tanah surga yang diberikan oleh sang pencipta untuk negeri ini. sebuah anugrah yanng tentunya jarang didapatkan di negeri lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar